Perayaan 'Idul Adha 1447 H di Desa Mugo Mulyo
Mugo Mulyo, Sungai Batang – Lantunan suara takbir malam Hari Raya 'Idul Adha menggema memenuhi setiap sudut ruang yang teduh dan damai di Desa Mugo Mulyo. Dari Mushalla, Masjid, dan rumah-rumah warga mengagungkan Kebesaran Asma Allah, menyambut 10 Dzulhijjah 1447 H dengan penuh suka cita.
Puncak perayaan digelar pada Rabu pagi, 10 Dzulhijjah 1447 H, Warga Masyarakat Mugo Mulyo berbondong-bondong memadati Masjid Jami' Al-Ma'bad Al-Akbar untuk menunaikan Shalat 'Id, mulai dari anak-anak hingga orang tua dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Bertindak sebagai Khotib Kiyai Drs. Romdon, dan Ust. Moh. Multazam, S.Pd.SD. sebagai imam shalat.
Dalam khutbahnya dengan Bahasa Arab dan Jawa Kiyai Drs. Romdon menyatakan bahwa dalam perayaan 'Idul Adha ada dua momentum ibadah besar bagi umat Islam;
Pertama, Pelaksanaan ibadah Haji di Makkah. Ia mengajak jamaah untuk mendoakan saudara-saudara yang sedang menunaikan ibadah haji semoga menjadi haji yang mabrur. Menurutnya haji bagi umat Islam khususnya adala ada antara harapan dan tantangan. Harapannya, haji yang mabrur dijanjikan balasan adalah surga, mengutip sabda Nabi SAW:
"الحج المبرور ليس له الجزاء إلا الجنة"
"Haji yang mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga."
Namun, daripada itu untuk memenuhi undangan Allah itu membutuhkan "sangu" yakni bekal kemampuan biaya dan sarana, ini tantangannya. Karena itu, ia mengajak jamaah menancapkan niat dan bekerja keras membangun usaha untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan bekal untuk memenuhi undangan Allah berangkat ke Tanah Suci.
Kedua, disyariatkannya ibadah Qurban. Kiyai Romdon mengajak jamaah merenungi sejarah qurban sebagai ujian keimanan bagi Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ujian antara seberapa besar cintanya kepada dunia (anak) dibandingkan ketaatannya kepada Allah SWT.
Ia mengajak jamaah untuk berkurban bagi yang mampu, sebagai bukti keislaman, mengutip Hadits Nabi;
من كان له سعة ولم يضح فليمت إن شاء يهودياً و إن شاء نصرانيا
"Barang siapa mempunyai keluasan rizqi kemudian ia tidak berqurban maka hendaklah ia mati, mau mati nasrani atau mati yahudi."
Qurban termasuk ibadah yang kelak akan menghantarkan pada keselamatan (ibadah munjiyyah). Allah SWT memberikan keselamatan di dunia dan juga di akhirat kepada hamba-Nya yang ikhlas berqurban.
dalam kesempatan itu ketua Takmir Masjid Jami' Al-Ma'bad Al-Akbar, Drs. H. Anas, M.Pd., menyampaikan bahwa qurban tahun ini ada 4 ekor sapi dan 3 ekor domba untuk Dusun Mugomulyo 1 dan 2. Sedangkan Dusun Persatuan 3 ekor sapi. Jumlah keseluruhan ada 7 ekor sapi dan 3 ekor domba di Desa Mugo Mulyo.
Proses penyembelihan dilaksanakan pada Kamis, 11 Dzulhijjah 1447 H, di halaman rumah oleh Ust. Misrun, S.Ag., selaku Ketua Panitia Qurban dengan lancar, yang sebelumnya diawali dengan do'a dan tahlil dipandu oleh KH. Drs. Ah. Masyhuri SA, M.Pd.I
Daging qurban dibagikan secara merata kepada seluruh warga Masyarakat Mugomulyo.
Perayaan 'Idul Adha di Desa Mugo Mulyo tahun ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah haji dan qurban dalam kehidupan sehari-hari, perkuat iman, pererat ukhuwah, peduli sesama, raih keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat. (MH)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin